tanah basah dan tanah keringPersoalan jual tanah mempertimbangkan banyak hal. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh semua orang antara lain: status kepemilikan tanah dan status fungsi lahan. Berkaitan dengan status fungsi lahan dapat dibedakan jadi dua yaitu tanah basah (wetland) dan tanah kering (Dryland). Dalam persoalan jual tanah, kedua istilah tersebut lebih erat berkaitan dengan aspek hukum. Kedua sebutan tanah tersebut tidak berkaitan dengan pengelolaan tanah yang sedang diolah oleh pemilik tanah. Hanya saja, tanah kering sudah selayaknya harus berada pada kondisi kering. Contoh tanah kering yaitu: tegalan, kebun, lahan pemukiman. Demikian juga dengan tanah basah. Contoh tanah basah antara lain: sawah, rawa-rawa, kolam tanah, sempadan sungai, daerah tangkapan air.

Adanya pengelolaan tanah yang sedang diolah oleh pemilik berakibat kondisi fisik tanah jadi berubah fungsi. Dalam hal ini, status tanah tersebut harus merujuk pada aspek hukum. Misal, sebidang tanah sedang difungsikan sebagai kolam tanah. Secara fisik, sebidang tanah tersebut termasuk kategori tanah basah. Akan tetapi, dari aspek hukum, tanah tersebut berstatus sebagai tanah kering. Maka, untuk kasus tersebut, status tanah tersebut mengikuti makna tersurat dari aspek hukum. Oleh karena itu, aspek hukum atas sebidang tanah menjadi rujukan utama untuk mengetahui status tanah tersebut.

Jual tanah yang berstatus tanah basah dan tanah kering memiliki perbedaan harga jual yang lebar. Harga jual tanah kering lebih tinggi dibandingkan harga jual tanah basah. Besaran pajak yang dikenakan pada tanah kering lebih tinggi dibandingakan pada tanah basah pada luasan dan lokasi yang sama. Variasi harga jual tanah lebih kentara jika dilihat dari segi lokasi lahan, topografi lahan dan ketersediaan akses jalan. Harga jual tanah di dalam lokasi permukiman lebih tinggi dibandingkan di luar permukiman. Semakin mudah ketersediaan akses jalan menuju lokasi tanah yang dijual, semakin bernilai tinggi harga jual tanah tersebut. Topografi tanah dengan kemiringan yang besar, harga jual tanah tersebut lebih rendah dibandingkan topografi tanah yang datar.

Hal yang harus diperhatikan oleh semua pihak dalam persoalan jual tanah agar terhindar dari kerugian secara hukum antara lain: pihak penjual maupun pembeli tanah harus jelas dan terang, objek materi tanah bebas dari sengketa.