Archive for the ‘ Strategi Pemasaran ’ Category

Banyak orang menyangka bahwa kegagalan sebuah bisnis berawal dari kesalahan manajemen. Meskipun pernyataan ini tidak salah, akan tetapi sebuah kegagalan usaha atau bisnis tidak melulu kesalahan manajemen. Kesalahan manajemen hanyalah sebuah produk (output) dari sebuah “bahan dasar” (input) yang kurang baik. Banyak orang juga mengira bahwa gagalnya sebuah usaha dikarenakan karena kegagalan memanfaatkan peluang bisnis. Apa yang menyebabkan sebuah usaha bisa gagal?

Berikut ini beberapa faktor yang ditengarai sebagai pemicu kegagalan sebuah usaha.

  1. Pengusaha mulai membebani diri dengan target. Target inilah yang membuat dirinya sendiri tak lagi nyaman dengan lingkungan usahanya. Orientasi yang hanya melulu berdasarkan pertimbangan pemanfaatan peluang bisnis justru mengancam keotentikan pemikiran sang pengusaha. Penggabungan idealisme seorang pengusaha dengan idealisme jual beli justru mengakibatkan situasi usaha tak lagi harmonis. Banyak sekali pengusaha yang kehilangan “jiwa” dari bisnisnya ketika dia hanya beorientasi pasar. Memanfaatkan peluang bisnis memang harus dilakukan oleh seorang pengusaha, akan tetapi kehilangan “jiwa” dari usaha adalah sebuah kesalahan awal yang fatal yang seharusnya bisa dihindari.
  2. Setelah bisnis itu kehilangan “jiwa”, sang pengusaha akan mengalami kehampaan dalam menangani bisnis tersebut. Belitan nuansa kapitalisme sudah membebani pikiran. Beragam target yang dicanangkan bukan berimbas positif tapi justru menjadi beban psikologis yang menghilangkan kenikmatan menangani bisnis tersebut. Beragam kisah sukses yang sering kita dengar justru berawal dari sesuatu yang tampak seperti main-main. Banyak kisah sukses yang menceritakan nikmatnya mendapatkan penghasilan dari melakukan sesuatu yang kita sukai. Kesalahan yang sering terjadi adalah kita melakukan bisnis semata-mata karena pertimbangan keuntungan. Tak jarang, banyak pengusaha memaksakan diri mendirikan bisnis di bidang yang asing buat mereka semata-mata karena pertimbangan tren pasar. Bisa ditebak, tidak ada kisah sukses yang akan terpetik di sini selain sebuah cerita buram dari bisnis satu musim.
  3. Menikmati pengelolaan usaha adalah kunci sukses untuk mendapatkan hasil maksimal. Sayangnya, keinginan untuk mendapatkan hasil maksimal justru menggiring pengusaha pada serentetan target. Banyak pengusaha sukses menceritakan bahwa memperlakukan bisnis sebagai seni adalah bagian terpenting dari kisah sukses mereka. Mereka pernah memandang diri mereka sebagai businessman, dan mereka gagal. Mereka kemudian mengubah cara pandang pada diri sendiri. Mereka lebih memilih menikmati “seni” yang mereka garap dan memposisikan diri sebagai seniman. Hasilnya, justru seniman-seniman ini mampu mereguk sukses dan menciptakan beragam “masterpiece” dari bisnis mereka. Sentuhan manajemen ala seniman yang melibatkan hati dan rasa ternyata justru lebih sempurna dibandingkan manajemen ala robot yang hanya berorientasi pada hasil.
  4. Memperlakukan usaha sebagai seni akan membawa jiwa seniman Anda untuk berkreasi semaksimal mungkin. Kreasi inilah yang akan menuntun usaha Anda pada sebuah pintu kesuksesan yang bahkan tidak pernah ada dalam “blue-print” perusahaan yang pernah Anda susun dahulu. You are an Artist, not a Businessman!

Jika Anda belum terbiasa dengan internet marketing untuk industri kecil, maka penting untuk mengetahui pengaruh positifnya untuk bisnis Anda dalam merambah konsumen yang lebih besar. Proses-proses yang terlibat dalam pemasaran melalui internet ini sedikit berbeda dari pemasaran cara tradisional, namun menawarkan pendekatan yang lebih kuat.

Manfaat internet melalui strategi marketing dan promosi untuk usaha kecil akan memiliki dampak yang jauh lebih luas dibandingkan pemasaran secara tradisional, dimana industri kecil mampu mencapai target konsumen yang sangat luas dengan mudah dan bisnis yang semakin besar. Pemasaran melalui internet menyediakan manajemen yang sangat efektif dalam pemasaran karena ketersediaan berbagai sarana dan media yang juga cukup efektif dalam memasarkan setiap produk dan jasa usaha kecil ke level yang lebih besar.

Ketika Anda memulai bisnis melalui internet, akan disadari bahwa Anda sedang mempertimbangkan target pemasaran Anda dalam setiap langkah. Intinya adalah bahwa internet marketing untuk industri kecil harus memiliki target yang dikerahkan melalui mesin pencari. Mesin pencari paling populer termasuk Google, Yahoo, Bing, MSN. Anda harus memiliki SEO (Search Engine Optimizer) yang memainkan peran kunci dalam internet marketing untuk usaha bisnis kecil. Semakin sering bisnis Anda muncul di mesin pencari, semakin banyak pula target konsumen yang akan mengunjungi web yang telah Anda buat. Hal ini akan membantu Anda dalam pemasaran yang jauh lebih sederhana dibandingkan dengan mengeluarkan biaya banyak hanya untuk memasang iklan.

Akhir-akhir ini semakin banyak internet marketing untuk industri kecil dilakukan melalui jejaring sosial. Ada beberapa jenis situs jaringan sosial termasuk blog dan forum seperti LinkedIn, Facebook, Twitter dan lain-lain yang menjadi populer, di mana seluruh komunitas akan bersama-sama untuk membahas layanan atau produk, dan tentu saja Anda ingin bisnis Anda termasuk dalam topik pembicaraannya. Blog atau jejaring sosial ini bisa berisi tautan ke halaman web Anda. Melalui penggunaan blog atau situs jejaring sosial, Anda dapat berkomunikasi dengan target konsumen Anda, menyediakan mereka dengan solusi yang mungkin mereka butuhkan untuk mendapatkan kepercayaan dalam jasa atau produk Anda.

Jika Anda belum pernah memulai marketing semacam ini, sekarang waktunya untuk fokus ke bagian utama dari upaya pemasaran Anda di web. Mengambil manfaat internet untuk marketing industri kecil adalah kekuatan yang kuat dalam menumbuhkan basis konsumen yang besar. Pemasaran secara lokal atau bahkan global mungkin saja tercapai.

Penggunaan strategi pemasaran berbasis web belum pernah begitu mudah untuk dikelola, marketing semacam ini memberikan kekuatan lebih terhadap upaya-upaya tanpa biaya yang banyak seperti pemasaran secara tradisional namun mendatangkan hasil yang serupa atau bahkan lebih. Upaya melalui internet marketing untuk usaha kecil adalah suatu keharusan jika Anda ingin meningkatkan bisnis dan pendapatan Anda ke tingkat yang berikutnya.

Meraih pasar seluas-luasnya adalah kunci sukses sebuah usaha. Baik industri besar, menengah, kecil dan mikro akan tetap memerlukan pasar. Tanpa pasar, semua industri tidak akan hidup. Tentu saja, setiap level industri memiliki strategi pemasaran yang berbeda. Strategi pemasaran di level industri besar tentu akan berbeda dengan industri di tingkat menengah, kecil dan mikro. Apa yang harus dilakukan oleh pengusaha kecil agar mampu bersaing di tengah iklim usaha yang sangat ketat?

  1. Seringkali, kita tergoda untuk mengembangkan usaha. Strategi pengembangan pasar bisa ditempuh manakala segala faktor produksi di internal perusahaan sudah mendukung. Strategi pemasaran yang tepat untuk pelaku industri tingkat kecil adalah dengan memelihara pasar yang sudah ada sebaik mungkin. Industri di tingkat ini memiliki kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata yaitu tingkat loyalitas pembeli. Pembeli lebih loyal dikarenakan ada hubungan interpersonal yang kuat dan dekat dengan penjual. Memelihara hubungan baik dengan pelanggan loyal memiliki potensi pengembangan pasar secara tidak langsung. Kepuasaan pelanggan adalah corong pemasaran paling efektif.
  2. Strategi pengembangan pasar berikutnya untuk industri skala kecil adalah dengan sering bergabung di pameran-pameran yang ada. Pameran merupakan sarana unjuk gigi yang tepat untuk industri kecil. Ketika mengikuti pameran, pengusaha kecil tidak perlu membayar tempat dengan harga terlalu tinggi. Di beberapa pameran, peserta pameran bahkan digratiskan untuk menggelar produknya, tentu dengan perjanjian khusus dengan pihak organizer. Dengan mengikuti pameran, pengusaha kecil tidak perlu mengatur anggaran khusus untuk beriklan yang alih-alih mengembangkan pasar tetapi justru menambah beban kas perusahaan.
  3. Merencanakan pengembangan pasar secara detail dan hati-hati harus selalu dilakukan. Banyak tahapan yang harus dilalui termasuk tahapan perencaaan anggaran. Kendala yang dimiliki pengusaha kecil umumnya adalah ketersediaan dana. Sebelum mengembangkan pasar, pastikan bahwa sumber dana yang akan digunakan adalah sumber dana yang bebas, bukan dana untuk produksi atau dana pinjaman dari pihak ketiga dengan bunga yang sangat tinggi (rentenir, BPR abal-abal). Sumber dana yang layak dipakai adalah kas “mati” dari usaha. Kas tersebut memang diperuntukkan untuk kepentingan pengembangan usaha tersebut.
  4. Alih-alih menggunakan jaringan toko-toko besar untuk memasarkan usaha mereka, industri kecil justru akan lebih mampu berkompetisi ketika memakai pola pemasaran yang sepintas terlihat usang, pola pemasaran dari pintu ke pintu. Pola ini memang secara sepintas terlihat tidak efisien, akan tetapi justru memberi peluang pada industri kecil untuk membuka pasar baru setiap saat.
  5. Membuka outlet-outlet kecil yang tidak terlalu banyak memakan biaya produksi juga layak dipertimbangkan. Banyak pemilik industri kecil memilih menyewa kios-kios kecil (booth) di pusat-pusat perbelanjaan sebagai ruang pamer mereka dibandingkan menyewa salah satu ruang di mall-mall tersebut. Biaya menyewa booth jauh lebih murah dibanding menyewa ruangan tersendiri dalam sebuah mall.